Qin Shi Huang adalah kaisar pertama Tiongkok yang menyatukan negara itu di bawah satu pemerintahan terpusat. Lahir sebagai Ying Zheng, ia naik takhta sebagai raja negara Qin pada usia 13 tahun dan pada 221 SM, setelah menaklukkan negara-negara lain selama periode Negara-Negara Berperang, ia menyatakan dirinya sebagai Kaisar pertama dari dinasti Qin, mengadopsi gelar Qin Shi Huang. Qin Shi Huang dikenal karena reformasi besar-besaran yang mengubah struktur politik, ekonomi, dan sosial Tiongkok. Ia menerapkan sistem pemerintahan sentralistik, membangun jaringan jalan raya dan saluran irigasi, serta menyatukan berbagai standar, termasuk tulisan, mata uang, dan ukuran.
Salah satu prestasinya yang paling terkenal adalah pembangunan Tembok Besar Tiongkok untuk melindungi negara dari serangan suku nomaden di utara. Ia juga terkenal karena makamnya yang megah, yang dijaga oleh ribuan prajurit terakota. Namun, pemerintahannya juga dikenal dengan kebijakan represif, termasuk pembakaran buku dan penguburan hidup-hidup para sarjana Konfusianisme, untuk menghilangkan oposisi terhadap pemerintahannya. Qin Shi Huang meninggal pada 210 SM, tetapi warisannya sebagai penyatu pertama Tiongkok dan pembentuk banyak aspek dasar dari negara Tiongkok tetap bertahan. Pemerintahannya yang singkat namun berpengaruh meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah Tiongkok. Berikut adalah beberapa quote, kutipan, atau kata-kata bijak dari Qin Shi Huang:
“Saya telah mengumpulkan semua tulisan Kekaisaran dan membakar yang tidak berguna.” ~Qin Shi Huang
“Alasan mengapa Tiongkok sangat menderita akibat perang tanpa akhir adalah karena keberadaan tuan dan raja feodal.” ~Qin Shi Huang
"Saya Kaisar, keturunan saya akan banyak. Dari generasi kedua hingga sepuluh ribu, garis keturunan saya tidak akan berakhir." ~Qin Shi Huang

Posting Komentar